Jumat, 11 Oktober 2013


SISTEM PENDIDIKAN

MAKALAH

Disusun guna memenuhi tugas :

Mata Kuliah                          : Ilmu Pendidikan

Dosen Pengampu      : Turno, M.pd


Oleh :

1.      Siti Nur Fitriana                    ( 2021 111 257 )

2.      Banaina Zulfa                        ( 2021 111 344 )

3.      Fani Aldiana R.U.                 ( 2021 111 376 )

4.      Soda Kalla                             ( 2021 110 192 )

Kelas   : F

PRODI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

JURUSAN TARBIYAH

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI

(STAIN) PEKALONGAN

2013


 

 


PENDAHULUAN

Pendidikan merupakan proses pengubahan sikap dan tingkah laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan. Dalam suatu pendidikan pastilah membutuhkan komponen-komponen tertentu agar dapat mencapai sebuah tujuan dalam pendidikan yang hakiki. Hal tersebut, dibutuhkannya suatu sistem dalam pendidikan. Karena dengan adanya sistem, pendidikan akan menjadi lebih baik dan tertata rapi. Keduanya, sistem dan pendidikan itu mempunyai hubungan yang erat dan saling mempengaruhi satu sama lain. Sehingga  output yang dihasilkan dalam system pendidikan sesuai dengan tujuan yang telah diharapkan.

Untuk itu, dalam makalah kelompok kami akan membahas mengenai sistem pendidikan. Semoga bermanfaat.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PEMBAHASAN

A.    Pengertian Sistem

Istilah system berasal dari bahasa Yunani “ systema “, yang berarti sehimpunan bagian atau komponen yang saling berhubungan secara teratur dan merupakan suatu keseluruhan. Istilah sistem dalam pengertian awam memiliki makna : cara, kiat, metode, strategi, taktik, dan siasat. Kata sistem ini berasal dari bahasa Yunani artinya berdiri bersama (stand together).

Sistem adaalah sekumpulan benda yang memiliki hubungan di antara mereka. Atau sistem adalah suatu kelompok unsur yang saling berinteraksi, saling terkait atau ketergantungan satu sama lain yang membentuk satu keseluruhan yang kompleks.[1]

Istilah sistem dipakai untuk menunjuk beberapa pengertian  misalnya:

1.      Dipakai untuk menunujuk adanya suatu himpunan bagian-bagian yang saling berkaitan secara alamiah maupun oleh budi daya manusia sehingga menjadi suatu kesatuan yang bulat dan terpadu.

2.      System dapat menunjuk adanya alat-alat atau organ tubuh secara keseluruhan yang secara khusus memberikan andil terhadap fungsinya tubuh tertentu yang rumit namun amat vital.

3.      Sistem dapat dipakai untuk menunjuk sehimpunan gagasan atau ide yang tersusun dan terorganisasi sehingga membentuk suatu kesatuan yang logis.

4.      Sistem dapat digunakan untuk menunjuk suatu hipotesis atau uraian suatu teori.

5.      Sistem dapat digunakan untuk menunjuk pada suatu cara atau metode. [2]

Zahara Idris mengemukakan bahwa sistem adalah suatu kesatuan yang terdiri atas komponen-komponen atau elemen-elemen atau unsur-unsur sebagai sunber-sumber yang mempunyai hubungan fungsional yang teratur, tidak sekedar acak, yang untuk mencapai suatu hasil. [3]

Dalam pengertian umum, yang dimaksud dengan sistem adalah jumlah keseluruhan dari bagian-bagiannya yang saling bekerja sama untuk mencapai hasil yang diharapkan berdasarkan kebutuhan yang telah ditentukan. Setiap sistem pasti mempunyai tujuan, dan semua kegiatan dari semua komponen atau bagian-bagian diarahkan dari tercapainya tujuan tersebut. Karena itu, proses pendidikan merupakan sebuah sistem yang disebut sebagai sistem pendidikan. [4]

B.    Sistem Pendidikan

Definisi tradisional menyatakan bahwa sistem adalah seperangkat komponen atau unsur-unsur yang saling berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan. Misalnya mobil adalah suatu system, yang meliputi komponen-komponen seperti roda, rem, kemodi, mesin, dan sebagainya. Dalam artian yang luas, mobil sebenarnya adalah suatu subsistem atau komponen dalam system tranportasi, di samping alat-alat transport lainnya, seperti sepeda, motor, pesawat terbang dan sebagainya.[5]

Definisi modern juga tidak jauh berbeda dengan definisi tradisional seperti apa yang dikemkakan oleh para ahli, antara lain:

1. Immegart mendifinisikan sistem adalah suatu keseluruhan yang memiliki bagian-bagian yang tersusun secara sistematis, bagian-bagian itu terelasi antara satu dengan yang lain, serta peduli terhadap kontek lingkungannya.

2. Roger A Kanfman mendifinisikan sistem dengan sutu totalitas yang tersusun dari bagian-bagian yang bekerja secara sendiri-diri atau bekerja bersama-sama untuk mencapai hasil atau tujuan yang diinginkan berdasarkan kebutuhan.

3. Zahara Idris mengemukakan bahwa sistem adalah suatu kesatuan yang terdiri atas komponen-komponen atau element-element, atau unsur-unsur sebagai sumber-sumber yang mempunyai hubungan fungsional yang teratur untuk mencapai suatu hasil.

Sedangkan pendidikan pada hakikatnya merupakan suatu kegiatan yang secara sadar dan disengaja serta penuh tanggung jawab yang dilakukan orang dewasa kepada anak sehingga timbul interaksi dari keduanya agar anak tersebut mencapai kedewasaan.

Menurut Departemen Pendidikan dan Kebudayaan setiap sistem pasti mempunyai ciri-ciri, antara lain:

1. Komponen-komponen, Komponen adalah bagian suatu system yang melaksanakan suatu fungsi untuk menunjang usaha mencapai tujuan system.

2.  Interaksi atau saling berhubungan, semua komponen dalam sustu system pasti saling mempengaruhi dan saling berhubungan antara satu dengan yang lainnya.

3. Proses transformasi, semua system dalam mencapai tujuannya pasti memerlukan sebuah proses.

4.  Koreksi, untuk mengetahui apakah semuanya berjalan dengan baik dan sesuai dengan tujuan yang diinginkan, maka diperlukan adanya koreksi terhadap semua itu.

Berdasarkan pengertian-pengertian di atas, mungkin dapat kita simpulkan bahwa sistem pendidikan adalah suatu sistem yang terdiri dari komponen-komponen yang ada dalam proses pendidikan, dimana antara satu komponen dengan komponen yang lainnya saling berhubungan dan berinteraksi untuk mencapai tujuan pendidikan.

C.     Komponen - Komponen Sistem Pendidikan

Komponen adalah bagian suatu sistem yang melaksanakan suatu fungsi untuk menunjang usaha mencapai tujuan sistem. Secara teoritis, suatu sistem pendidikan terdiri dari komponen-komponen atau bagian-bagian yang menjadi inti dari proses pendidikan. Adapun komponen-komponen tersebut terdiri dari Tujuan, Pendidik, Peserta didik, Alat pendidikan, dan Lingkungan.

1.       Tujuan

Tujuan adalah batas cita-cita yang diinginkan dalam satu usaha. Semua usaha mempunyai dan diikat oleh tujuan tertentu, termasuk usaha pendidikan. Sebab tanpa adanya tujuan tersebut, maka usaha itu tidaklah mempunyai arti apa-apa. Tujuan yang ingin dicapai dalam satu usaha perlu dikonkritkan lebih dahulu sebelum usaha dimulai, sebab tujuan mempunyai fuingsi yang tertentu terhadap satu usaha.

Secara umum terdapat dua pandangan mengenai tujuan pendidikan, pandangan yang pertama yang berorientasi pada individu berpendapat bahwa tujuan pendidikan adalah mempersiapkan peserta didik agar bisa mearaih kebahagiaan dan kesuksesan dalam kehidupannya. Sedangkan pandangan yang kedua berorientasi pada kemasyarakatan, bagi mereka pendidikan bertujuan mempersiapkan manusia yang bisa berperan dan menyesuaikan diri dalam masyarakatnya masing-masing.

2.      Pendidik

Pendidik adalah orang yang melaksanakan pendidikan. Dialah sebagai pihak yang mendidik, pihak yang memberikan anjuran, norma-norma, bermacam-macam pengetahuan dan kecakapan, pihak yang turut membentuk anak, pihak yang turut membantu menghumanisasikan anak. Karena sedemikian besar tugas seorang pendidik maka diperlukan adanya persaratan-persaratan yang harus dimiliki oleh seorang pendidik, persyaratan tersebut diantaranya:

a.Persyaratan Jasmaniah

Seorang pendidik merupakan petugas lapangan dalam pendidikan. Factor kesehatan jasmaniah adalah factor yang menentukan terhadap lancar dan tidaknya proses pendidikan yang ada, dan disamping itu kesehatan jasmaniah dari seorang pendidik banyak memberikan pengaruh terhadap anak didik, terutama yang menyangkut kebanggaan mereka apabila memiliki guru yang berbadan sehat. [6]

b.Persyaratan Keperibadian

Persyaratan keperibadian ini manyangkut masalah keseluruhan rokhaniah manusia, sikap, dan tingkah laku. Bentuk rokhaniah manusia hubungannya dengan masalah moral yang baik, dimana seorang guru harus memiliki moral tersebut sehingga dapat menjadi suritauladan bagi anak didiknya. Adapun sikap-sikap yang dapat digolongkan ke dalam moral yang baik antara lain: jujur, adil, bijaksana, pemaaf, ikhlas, mau mengakui kesalahan sendiri, dan lain-lain.

c. Persyaratan pengetahuan pendidikan

Setiap pendidik tidaklah cukup dengan sekedar pandai atau mempunyai pengetahuan saja, tetapi untuk menjadi seorang pendidik yang baik maka perlu memiliki pengetahuan-pengetahuan yang ada sesuai dengan kedudukannya sebagai pendidik. Adapun pengetahuan-pengetahuan yang penting perlu diketahui diantaranya: ilmu sejarah pendidikan, ilmu psikologi, kurikulum, ilmu tentang metode mengajar, pengetahuan tentang dasar dan tujuan pendidikan, pengetahuan  tentang moral.

Pendidik fungsinya sebagai pembimbing pengaruh untuk menumbuhkan aktivitas peserta didik dan sekaligus sebagai pemegang tanggung jawab terhadap pelaksanaan pendidikan.

3.      Peserta Didik

Peserta didik adalah sasaran pendidikan, pihak yang dididik, diarahkan, dipimpin, dan diberi bermacam-macam ilmu pengetahuan dan keterampilan. Peserta didik juga bisa dikatakan sebagai pihak yang dihumanisasikan. Fungsinya adalah sebagai objek yang sekaligus sebagai subjek pendidikan. Sebagai objek, peserta didik tersebut menerima perlakuan-perlakuan tertentu, tetapi dalam pandangan pendidikan modern, peserta didik lebih dekat dikatakan sebagai subjek atau pelaksanaan pendidikan.

4.      Alat Pendidikan

Alat pendidikan adalah segala sesuatu yang membantu terlaksananya proses pendidikan dalam rangka mencapai tujuannya, baik berupa benda atau bukan benda. Alat pendidikan mempunyai pengertian yang sangat luas oleh sebab itu dalam pembicaraanalat pendidikan perlu diadakan pembagian-pembagian, sebab ada yang menganggap juga bahwa alat pendidikan adalah suatu tindakan atau perbuatan atau situasi yang dengan sengaja diadakan untuk mencapai tujuan pendidikan.

Secara umum alat pendidikan terbagi menjadi dua macam yaitu berbentuk benda dan berbentuk non benda. Yang berbentuk benda misalnya: papan tulis, bangku, meja dan sebagainya. Sedangkan yang berbentuk non benda misalnya: teguran, peringatan ganjaran, dan sebagainya.

Bagi para pendidik dengan tugasnya dituntut untuk menyempurnakan alat-alat pendidikan yang penting disamping itu pula keterampilan seorang pendidik dalam pemakaian alat-alat pendidikan banyak menentukan kesuksesan pendidikan.

Tentunya banyak sekali faktor-faktor yang harus diperhitungkan oleh para pendidik dalam hubungannya dengan pemakaiaan alat-alat pendidikan faktor tersebut antara lain: Faktor pendidik sebagai Subjek pendidikan, Faktor anak didik, faktor kemampuan.

5.      Lingkungan

Lingkungan adalah segala sesuatu yang ada disekitar anak baik berupa benda-benda, peristiwa-peristiwa yang terjadi maupun kondisi masyarakat terutama yang dapt memberikan pengaruh kuat kepada anak yaitu lingkungan dimana proses pendidikan tersebut berlangsung antara lain berkaitan dengan keadaan sekolah, perlengkapan peralatan sekolah, keadaan murid-murid, keadaan guru-guru, dan lain-lain. Serta lingkungan dimana anak-anak bergaul sehari-harinya yang meliputi lingkungan keluarga dan lingkungan masyarakat. Yang berkaitan dengan lingkungan keluarga misalnya: perlakuan orang tua terhadap anak, status anak dalam keluarga, besar kecilnya keluarga, keadaan ekonomi keluarga, pendidikan orang tua. Sedangkan yang berkaitan dengan lingkungan masyarakat misalnya keadaan masyarakat tersebut.

Pengaruh lingkungan tidaklah seperti pengaruh yang diberikan oleh pendidik, sebab pengaruh lingkungan tanpa adanya kesengajaan, kesadaran, apalagoi perencanaan.berbeda dengan pengaruh yang diberikan pendidik dimana mereka berusaha dengan sadar, tanggung jawab, sistematis dalam mengantarkan peserta didik mencapai kedewasaannya. Lingkungan berfungsi sebagai wadah atau lapangan terlaksananya proses pendidikan. [7]

 

 

 

 

 

 

 

 

PENUTUP

Sistem adalah jumlah keseluruhan dari bagian-bagiannya yang saling bekerja sama untuk mencapai hasil yang diharapkan berdasarkan kebutuhan yang telah ditentukan. Setiap sistem pasti mempunyai tujuan, dan semua kegiatan dari semua komponen atau bagian-bagian diarahkan dari tercapainya tujuan tersebut. Karena itu, proses pendidikan merupakan sebuah sistem yang disebut sebagai sistem pendidikan.

Dalam system Pendidikan terdapat beberapa komponen-kompenen sistem pendidikan. Adapun komponen-komponen tersebut terdiri dari Tujuan, Pendidik, Peserta didik, Alat pendidikan, dan Lingkungan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Hassbullah. 2008.  Dasar-Dasar Ilmu Pendidikan. Jakarta :PT Raja Grafindo Persada.

Http//www.makalahilmupendidikan..blogspotku.com diakses 23 maret 20103

 

Ihsan, Fuad Ihsan. 1996.  Dasar-Dasar Kependidikan. Jakarta : PT Rineka Cipta.

Rohman, Arif. 2009. Memahami Pendidikan dan Ilmu Pendidikan. Yogyakarta : LaksBang Mediatama Yogyakarta.


 



[1] Arif Rohman, Memahami Pendidikan dan Ilmu Pendidikan, (Yogyakarta : LaksBang Mediatama Yogyakarta, 2009) hlm. 75.
[2] Fuad Ihsan, Dasar-Dasar Kependidikan, ( Jakarta : PT Rineka Cipta, 1996 ), hlm. 107-108
[3] Ibid, hlm. 109
[4]  Hassbullah, Dasar-Dasar Ilmu Pendidikan, ( Jakarta :PT Raja Grafindo Persada, 2008 ), hlm. 123-124
[5] [5] http//www.makalahilmupendidikan..blogspotku.com diakses 23 maret 20103
 
[6] http//www.makalahilmupendidikan..blogspotku.com diakses 23 maret 20103
[7] Hassbullah,  Op.cit,. hlm. 125