SISTEM PENDIDIKAN
MAKALAH
Disusun guna memenuhi tugas :
Mata
Kuliah :
Ilmu Pendidikan
Dosen
Pengampu : Turno, M.pd

Oleh :
1.
Siti Nur Fitriana (
2021 111 257 )
2.
Banaina Zulfa (
2021 111 344 )
3.
Fani Aldiana R.U. (
2021 111 376 )
4.
Soda Kalla (
2021 110 192 )
Kelas
: F
PRODI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
JURUSAN TARBIYAH
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI
(STAIN) PEKALONGAN
2013
PENDAHULUAN
Pendidikan merupakan proses pengubahan sikap dan tingkah laku
seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya
pengajaran dan pelatihan. Dalam suatu pendidikan pastilah membutuhkan
komponen-komponen tertentu agar dapat mencapai sebuah tujuan dalam pendidikan
yang hakiki. Hal tersebut, dibutuhkannya suatu sistem dalam pendidikan. Karena
dengan adanya sistem, pendidikan akan menjadi lebih baik dan tertata rapi.
Keduanya, sistem dan pendidikan itu mempunyai hubungan yang erat dan saling
mempengaruhi satu sama lain. Sehingga
output yang dihasilkan dalam system pendidikan sesuai dengan tujuan yang
telah diharapkan.
Untuk itu, dalam makalah kelompok kami akan membahas mengenai
sistem pendidikan. Semoga bermanfaat.
PEMBAHASAN
A.
Pengertian
Sistem
Istilah
system berasal dari bahasa Yunani “ systema “, yang berarti sehimpunan bagian
atau komponen yang saling berhubungan secara teratur dan merupakan suatu
keseluruhan. Istilah sistem dalam pengertian awam memiliki makna : cara, kiat,
metode, strategi, taktik, dan siasat. Kata sistem ini berasal dari bahasa
Yunani artinya berdiri bersama (stand together).
Sistem
adaalah sekumpulan benda yang memiliki hubungan di antara mereka. Atau sistem
adalah suatu kelompok unsur yang saling berinteraksi, saling terkait atau
ketergantungan satu sama lain yang membentuk satu keseluruhan yang kompleks.[1]
Istilah sistem dipakai untuk
menunjuk beberapa pengertian misalnya:
1.
Dipakai
untuk menunujuk adanya suatu himpunan bagian-bagian yang saling berkaitan
secara alamiah maupun oleh budi daya manusia sehingga menjadi suatu kesatuan
yang bulat dan terpadu.
2.
System
dapat menunjuk adanya alat-alat atau organ tubuh secara keseluruhan yang secara
khusus memberikan andil terhadap fungsinya tubuh tertentu yang rumit namun amat
vital.
3.
Sistem
dapat dipakai untuk menunjuk sehimpunan gagasan atau ide yang tersusun dan
terorganisasi sehingga membentuk suatu kesatuan yang logis.
4.
Sistem
dapat digunakan untuk menunjuk suatu hipotesis atau uraian suatu teori.
5.
Sistem
dapat digunakan untuk menunjuk pada suatu cara atau metode. [2]
Zahara Idris mengemukakan bahwa sistem
adalah suatu kesatuan yang terdiri atas komponen-komponen atau elemen-elemen
atau unsur-unsur sebagai sunber-sumber yang mempunyai hubungan fungsional yang
teratur, tidak sekedar acak, yang untuk mencapai suatu hasil. [3]
Dalam pengertian umum, yang dimaksud
dengan sistem adalah jumlah keseluruhan dari bagian-bagiannya yang saling
bekerja sama untuk mencapai hasil yang diharapkan berdasarkan kebutuhan yang
telah ditentukan. Setiap sistem pasti mempunyai tujuan, dan semua kegiatan dari
semua komponen atau bagian-bagian diarahkan dari tercapainya tujuan tersebut.
Karena itu, proses pendidikan merupakan sebuah sistem yang disebut sebagai sistem
pendidikan. [4]
B.
Sistem Pendidikan
Definisi tradisional menyatakan
bahwa sistem adalah seperangkat komponen atau unsur-unsur yang saling
berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan. Misalnya mobil adalah suatu system,
yang meliputi komponen-komponen seperti roda, rem, kemodi, mesin, dan
sebagainya. Dalam artian yang luas, mobil sebenarnya adalah suatu subsistem
atau komponen dalam system tranportasi, di samping alat-alat transport lainnya,
seperti sepeda, motor, pesawat terbang dan sebagainya.[5]
Definisi modern juga tidak jauh
berbeda dengan definisi tradisional seperti apa yang dikemkakan oleh para ahli,
antara lain:
1. Immegart mendifinisikan sistem
adalah suatu keseluruhan yang memiliki bagian-bagian yang tersusun secara
sistematis, bagian-bagian itu terelasi antara satu dengan yang lain, serta
peduli terhadap kontek lingkungannya.
2. Roger A Kanfman mendifinisikan sistem
dengan sutu totalitas yang tersusun dari bagian-bagian yang bekerja secara sendiri-diri
atau bekerja bersama-sama untuk mencapai hasil atau tujuan yang diinginkan
berdasarkan kebutuhan.
3. Zahara Idris mengemukakan bahwa
sistem adalah suatu kesatuan yang terdiri atas komponen-komponen atau
element-element, atau unsur-unsur sebagai sumber-sumber yang mempunyai hubungan
fungsional yang teratur untuk mencapai suatu hasil.
Sedangkan pendidikan pada hakikatnya
merupakan suatu kegiatan yang secara sadar dan disengaja serta penuh tanggung
jawab yang dilakukan orang dewasa kepada anak sehingga timbul interaksi dari
keduanya agar anak tersebut mencapai kedewasaan.
Menurut Departemen Pendidikan dan
Kebudayaan setiap sistem pasti mempunyai ciri-ciri, antara lain:
1. Komponen-komponen, Komponen
adalah bagian suatu system yang melaksanakan suatu fungsi untuk menunjang usaha
mencapai tujuan system.
2.
Interaksi atau saling berhubungan, semua komponen dalam sustu system
pasti saling mempengaruhi dan saling berhubungan antara satu dengan yang
lainnya.
3. Proses transformasi, semua system
dalam mencapai tujuannya pasti memerlukan sebuah proses.
4. Koreksi, untuk mengetahui apakah semuanya
berjalan dengan baik dan sesuai dengan tujuan yang diinginkan, maka diperlukan
adanya koreksi terhadap semua itu.
Berdasarkan pengertian-pengertian di
atas, mungkin dapat kita simpulkan bahwa sistem pendidikan adalah suatu sistem
yang terdiri dari komponen-komponen yang ada dalam proses pendidikan, dimana
antara satu komponen dengan komponen yang lainnya saling berhubungan dan
berinteraksi untuk mencapai tujuan pendidikan.
C.
Komponen
- Komponen Sistem Pendidikan
Komponen adalah bagian suatu sistem yang melaksanakan suatu fungsi
untuk menunjang usaha mencapai tujuan sistem. Secara teoritis, suatu sistem
pendidikan terdiri dari komponen-komponen atau bagian-bagian yang menjadi inti
dari proses pendidikan. Adapun komponen-komponen tersebut terdiri dari Tujuan,
Pendidik, Peserta didik, Alat pendidikan, dan Lingkungan.
1.
Tujuan
Tujuan adalah batas cita-cita yang
diinginkan dalam satu usaha. Semua usaha mempunyai dan diikat oleh tujuan
tertentu, termasuk usaha pendidikan. Sebab tanpa adanya tujuan tersebut, maka
usaha itu tidaklah mempunyai arti apa-apa. Tujuan yang ingin dicapai dalam satu
usaha perlu dikonkritkan lebih dahulu sebelum usaha dimulai, sebab tujuan
mempunyai fuingsi yang tertentu terhadap satu usaha.
Secara umum terdapat dua pandangan
mengenai tujuan pendidikan, pandangan yang pertama yang berorientasi pada
individu berpendapat bahwa tujuan pendidikan adalah mempersiapkan peserta didik
agar bisa mearaih kebahagiaan dan kesuksesan dalam kehidupannya. Sedangkan
pandangan yang kedua berorientasi pada kemasyarakatan, bagi mereka pendidikan
bertujuan mempersiapkan manusia yang bisa berperan dan menyesuaikan diri dalam
masyarakatnya masing-masing.
2.
Pendidik
Pendidik adalah orang yang
melaksanakan pendidikan. Dialah sebagai pihak yang mendidik, pihak yang
memberikan anjuran, norma-norma, bermacam-macam pengetahuan dan kecakapan,
pihak yang turut membentuk anak, pihak yang turut membantu menghumanisasikan
anak. Karena sedemikian besar tugas seorang pendidik maka diperlukan adanya
persaratan-persaratan yang harus dimiliki oleh seorang pendidik, persyaratan
tersebut diantaranya:
a.Persyaratan
Jasmaniah
Seorang pendidik merupakan petugas lapangan dalam pendidikan.
Factor kesehatan jasmaniah adalah factor yang menentukan terhadap lancar dan
tidaknya proses pendidikan yang ada, dan disamping itu kesehatan jasmaniah dari
seorang pendidik banyak memberikan pengaruh terhadap anak didik, terutama yang
menyangkut kebanggaan mereka apabila memiliki guru yang berbadan sehat. [6]
b.Persyaratan
Keperibadian
Persyaratan keperibadian ini manyangkut masalah keseluruhan
rokhaniah manusia, sikap, dan tingkah laku. Bentuk rokhaniah manusia
hubungannya dengan masalah moral yang baik, dimana seorang guru harus memiliki
moral tersebut sehingga dapat menjadi suritauladan bagi anak didiknya. Adapun
sikap-sikap yang dapat digolongkan ke dalam moral yang baik antara lain: jujur,
adil, bijaksana, pemaaf, ikhlas, mau mengakui kesalahan sendiri, dan lain-lain.
c. Persyaratan pengetahuan pendidikan
Setiap pendidik tidaklah cukup dengan sekedar pandai atau mempunyai
pengetahuan saja, tetapi untuk menjadi seorang pendidik yang baik maka perlu
memiliki pengetahuan-pengetahuan yang ada sesuai dengan kedudukannya sebagai
pendidik. Adapun pengetahuan-pengetahuan yang penting perlu diketahui
diantaranya: ilmu sejarah pendidikan, ilmu psikologi, kurikulum, ilmu tentang
metode mengajar, pengetahuan tentang dasar dan tujuan pendidikan,
pengetahuan tentang moral.
Pendidik fungsinya sebagai
pembimbing pengaruh untuk menumbuhkan aktivitas peserta didik dan sekaligus
sebagai pemegang tanggung jawab terhadap pelaksanaan pendidikan.
3.
Peserta
Didik
Peserta didik adalah sasaran
pendidikan, pihak yang dididik, diarahkan, dipimpin, dan diberi bermacam-macam
ilmu pengetahuan dan keterampilan. Peserta didik juga bisa dikatakan sebagai
pihak yang dihumanisasikan. Fungsinya adalah sebagai objek yang sekaligus
sebagai subjek pendidikan. Sebagai objek, peserta didik tersebut menerima
perlakuan-perlakuan tertentu, tetapi dalam pandangan pendidikan modern, peserta
didik lebih dekat dikatakan sebagai subjek atau pelaksanaan pendidikan.
4.
Alat
Pendidikan
Alat pendidikan adalah segala
sesuatu yang membantu terlaksananya proses pendidikan dalam rangka mencapai
tujuannya, baik berupa benda atau bukan benda. Alat pendidikan mempunyai
pengertian yang sangat luas oleh sebab itu dalam pembicaraanalat pendidikan
perlu diadakan pembagian-pembagian, sebab ada yang menganggap juga bahwa alat
pendidikan adalah suatu tindakan atau perbuatan atau situasi yang dengan sengaja
diadakan untuk mencapai tujuan pendidikan.
Secara umum alat pendidikan terbagi
menjadi dua macam yaitu berbentuk benda dan berbentuk non benda. Yang berbentuk
benda misalnya: papan tulis, bangku, meja dan sebagainya. Sedangkan yang
berbentuk non benda misalnya: teguran, peringatan ganjaran, dan sebagainya.
Bagi para pendidik dengan tugasnya
dituntut untuk menyempurnakan alat-alat pendidikan yang penting disamping itu
pula keterampilan seorang pendidik dalam pemakaian alat-alat pendidikan banyak
menentukan kesuksesan pendidikan.
Tentunya banyak sekali faktor-faktor
yang harus diperhitungkan oleh para pendidik dalam hubungannya dengan pemakaiaan
alat-alat pendidikan faktor tersebut antara lain: Faktor pendidik sebagai
Subjek pendidikan, Faktor anak didik, faktor kemampuan.
5.
Lingkungan
Lingkungan adalah segala sesuatu
yang ada disekitar anak baik berupa benda-benda, peristiwa-peristiwa yang
terjadi maupun kondisi masyarakat terutama yang dapt memberikan pengaruh kuat
kepada anak yaitu lingkungan dimana proses pendidikan tersebut berlangsung
antara lain berkaitan dengan keadaan sekolah, perlengkapan peralatan sekolah,
keadaan murid-murid, keadaan guru-guru, dan lain-lain. Serta lingkungan dimana
anak-anak bergaul sehari-harinya yang meliputi lingkungan keluarga dan
lingkungan masyarakat. Yang berkaitan dengan lingkungan keluarga misalnya:
perlakuan orang tua terhadap anak, status anak dalam keluarga, besar kecilnya
keluarga, keadaan ekonomi keluarga, pendidikan orang tua. Sedangkan yang
berkaitan dengan lingkungan masyarakat misalnya keadaan masyarakat tersebut.
Pengaruh lingkungan tidaklah seperti
pengaruh yang diberikan oleh pendidik, sebab pengaruh lingkungan tanpa adanya
kesengajaan, kesadaran, apalagoi perencanaan.berbeda dengan pengaruh yang
diberikan pendidik dimana mereka berusaha dengan sadar, tanggung jawab,
sistematis dalam mengantarkan peserta didik mencapai kedewasaannya. Lingkungan
berfungsi sebagai wadah atau lapangan terlaksananya proses pendidikan. [7]
PENUTUP
Sistem adalah jumlah keseluruhan dari
bagian-bagiannya yang saling bekerja sama untuk mencapai hasil yang diharapkan
berdasarkan kebutuhan yang telah ditentukan. Setiap sistem pasti mempunyai
tujuan, dan semua kegiatan dari semua komponen atau bagian-bagian diarahkan
dari tercapainya tujuan tersebut. Karena itu, proses pendidikan merupakan
sebuah sistem yang disebut sebagai sistem pendidikan.
Dalam system Pendidikan terdapat
beberapa komponen-kompenen sistem pendidikan. Adapun komponen-komponen tersebut
terdiri dari Tujuan, Pendidik, Peserta didik, Alat pendidikan, dan Lingkungan.
DAFTAR PUSTAKA
Hassbullah. 2008. Dasar-Dasar
Ilmu Pendidikan. Jakarta :PT Raja Grafindo Persada.
Http//www.makalahilmupendidikan..blogspotku.com diakses 23
maret 20103
Ihsan, Fuad Ihsan. 1996. Dasar-Dasar
Kependidikan. Jakarta : PT Rineka Cipta.
Rohman, Arif. 2009. Memahami Pendidikan dan Ilmu Pendidikan.
Yogyakarta : LaksBang Mediatama Yogyakarta.
[1] Arif Rohman, Memahami
Pendidikan dan Ilmu Pendidikan, (Yogyakarta : LaksBang Mediatama
Yogyakarta, 2009) hlm. 75.
[2] Fuad Ihsan,
Dasar-Dasar Kependidikan, ( Jakarta : PT Rineka Cipta, 1996 ), hlm. 107-108
[3] Ibid, hlm. 109
[4] Hassbullah, Dasar-Dasar Ilmu Pendidikan,
( Jakarta :PT Raja Grafindo Persada, 2008 ), hlm. 123-124
[5] [5] http//www.makalahilmupendidikan..blogspotku.com
diakses 23 maret 20103
[6] http//www.makalahilmupendidikan..blogspotku.com
diakses 23 maret 20103
[7]
Hassbullah, Op.cit,. hlm. 125